Hasil Seleksi 1 #seleksiAFS 2012

Halo Adik-Adik!

Singkat kata, hasil Seleksi Tahap Pertama sudah dapat Adik pada situs pendaftaran online. Masukkan nomor peserta serta tanggal lahir Adik untuk melihat hasil seleksi Adik.

Bagi Adik yang lulus Seleksi Tahap Pertama, harap mendaftar ulang di Chapter Bandung, Jalan Ariajipang 6, dengan membawa:

  1. Tanda Peserta Seleksi Pertukaran Pelajar Bina Antarbudaya yang telah disahkan panitia
  2. 2 (dua) 1 (satu) buah stof-map folio berdaun berwarna biru
  3. 2 (dua) buah salinan ijazah (STTB) beserta salinan nilai ijazah SMP yang telah disahkan/dilegalisasi (cap asli) Kepala Sekolah.
  4. 1 (satu) buah salinan SKHU UAS dan UN SMP yang telah disahkan/dilegalisasi (cap asli) Kepala Sekolah.
  5. 1 (satu) buah salinan rapor kelas IX SMP (Semester II) yang telah disahkan/dilegalisasi (cap asli) oleh Kepala Sekolah.
  6. 1 (satu) buah salinan rapor kelas X SMA/SMK/MA (Semester I) yang telah disahkan/dilegalisasi (cap asli) oleh Kepala Sekolah
  7. 1 (satu) buah salinan Akte Kelahiran yang telah disahkan/dilegalisasi (cap asli).
  8. 1 (satu) buah salinan halaman pertama paspor, bagi yang memiliki.
  9. Surat keterangan Kepala Sekolah. Surat ini berbeda dengan surat rekomendasi pada poin 10, 11, dan 12.
  10. Surat rekomendasi dari teman dekat.
  11. Surat rekomendasi dari lingkungan rumah.
  12. Surat rekomendasi dari lingkungan sekolah.
  13. 2 (dua) rangkap transkrip formulir pendaftaran.

Khusus untuk poin 10, 11, 12, dan 13, pranala untuk mengunduh berkas yang bersangkutan dapat Adik temukan pada laman pengumuman.

Pendaftaran ulang dilakukan dalam dua gelombang:

  1. Jumat, 18 Mei 2012, pukul 13.00-17.00 khusus untuk peserta yang melaksanakan Seleksi Tahap Pertama di SMA Negeri 3 Bandung.
  2. Sabtu, 19 Mei 2012, pukul 13.00-17.00 khusus untuk peserta yang melaksanakan Seleksi Tahap Pertama di SMA Negeri 1 Ciamis.

Kelalaian dalam melakukan pendaftaran ulang dan/atau ketidaklengkapan berkas dapat mengakibatkan diskualifikasi. Pendaftaran ulang tidak dapat diwakilkan.

Seleksi Tahap Kedua sendiri akan dilaksanakan pada Minggu, 20 Mei 2012.

Bagaimana jika pemberi surat rekomendasi saya berubah? Jawabannya: 1) sebaiknya tidak, dan 2) jika terpaksa iya, ralat informasi tersebut pada transkrip formulir pendaftaran dengan menggunakan pena biru atau merah dan membubuhkan paraf Adik di sebelah kanannya.

Apa itu surat keterangan Kepala Sekolah? Yang dimaksud adalah surat keterangan dari pihak sekolah yang menerangkan bahwa Adik benar siswa pada sekolah Adik. Tata Usaha sekolah Adik seharusnya sudah memiliki format standar untuk berkas ini.

Saya tidak punya paspor! Tidak perlu membawa salinan paspor kalau begitu. Tidak perlu buru-buru membuat paspor juga.

Saya lupa password dan/atau username saya. Pada halaman login, terdapat pilihan untuk mengembalikan password yang hilang.

Bagi Adik yang tidak lulus Seleksi Tahap Pertama, percayalah, ini bukan akhir dari segalanya. Keberanian Adik untuk mencoba Seleksi Tahap Pertama sudah patut diacungi jempol. Sekilas info, mimin yang menulis ini juga bukan seorang returnee.

Saya ingin jadi volunteer, Kak! Luar biasa! Silakan kirim surel dengan subjek #volunteer ke chapterbandung@bina-antarbudaya.info. Mungkin tidak kami balas, tapi percayalah, Adik akan kami catat. Remember the National Book Drive? We could use your volunteering hand for that, so you’re more than welcome.

Sekian untuk malam ini, semoga menjadi malam yang indah :)

29 Comments

Filed under Uncategorized

#SeleksiAFS Tahap I tahun 2012

Selamat malam! #SeleksiAFS tahap I tinggal seminggu lagi loh. Udah deg-degan belum, adik-adik? Hehe. Terkait dengan hal tersebut kami akan mengumumkan beberapa hal yang terkait dengan seleksi tahap I ini. Dari mulai lokasi seleksi sampai ke apa saja yang harus dibawa.
Siap?
  • Materi ujian: Pengetahuan Umum, Pengetahuan Bahasa Inggris, dan Menulis esai Bahasa Indonesia.
  • Tempat:
Seleksi akan diadakan di dua tempat yaitu:
  1. SMAN 3 Bandung (Jl Belitung no. 8 Bandung)
  2. SMAN 1 Ciamis (Jl Gunung Galuh no 37 Ciamis), untuk peserta yang asal sekolahnya:

-          SMAN 1 Ciamis
-          MA Darul Arqam Garut
-          MAN Model Cipasung Tasikmalaya
-          SMAN 1 Tasikmalaya
-          MAN Sukamanah Tasikmalaya
-          SMA Islam Cipasung Tasikmalaya
-          SMAN 2 Cirebon
-          SMAN 1 Garut
-          MA Husnul Khotimah Kuningan
-          MAN Cipasung Tasikmalaya
-          SMAN 1 Pangandaran
-          SMAN 1 Majalengka
-          SMAN 1 Banjar
-          SMK Ma’arif Nu Ciamis
-          MAN 2 Sumedang
-          MA Darul Aqam Muhammadiyah Garut

Artinya, peserta yang berasal dari sekolah yang tidak disebutkan diatas akan melaksanakan tes di SMAN 3 Bandung. Jangan nyasar ya!

Gambar 1. Lokasi SMAN 3 Bandung (tanda merah)

Gambar 2. Tampak depan SMAN 1 Ciamis

  • Waktu: Minggu, 29 April 2012. Jam 07.00
  • Dresscode:

Putri: kemeja dan rok di bawah lutut, sepatu formal tertutup.

Putra: kemeja dan celana bahan, sepatu formal tertutup.

Dilarang keras memakai: Jeans, kaos, sandal, sepatu sandal, seragam SMA (kecuali rok atau celana saja).

  • Bawa: kartu peserta, alat tulis (min. pulpen dan tip-x), dan alat shalat bagi yang muslim.
  • Dilarang membawa: kalkulator, alfalink, kamus, dan alat bantu lainnya yang sejenis.
  • Diwajibkan datang jam 7, gerbang ditutup jam 7.30. Lakukan pendaftaran ulang terlebih dahulu. Keterlambatan akan menyebabkan diskualifikasi.
  • Peserta yang belum melakukan verifikasi dan tidak membawa berkas (kartu peserta, surat izin orang tua, dan keterangan akselerasi (bagi siswa akselerasi)) akan menyebabkan diskualifikasi.
  • Dilarang membawa kendaraan pribadi.
  • Yang diperbolehkan untuk berada di lingkungan venue seleksi adalah volunteer dan peserta seleksi saja.
  • Masuk lewat pintu utama (gerbang jalan Belitung).
  • Akan disediakan makanan berat, namun bila ingin membawa bekal tambahan dipersilakan karena tidak akan ada kantin yang buka.
Nah, kurang lebih itu info yang bisa kami kasih tentang #SeleksiAFS tahap I di Chapter Bandung. Tapi, selain seleksi kami juga akan mengadakan kegiatan pengumpulan buku di hari tersebut yang bertujuan untuk sumbangan ke program Youth Movement for National Book Drive.
Kami sangat menganjurkan kamu untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan cara menyumbangkan buku bacaan untuk anak-anak. Bukunya bisa buku apa saja asal masih layak baca (termasuk buku pelajaran). Buku tersebut akan kami sumbangkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Selain itu, kami juga akan membuka stand fund raising untuk program yang sama. Disana kamu bisa menyumbang dan hasil sumbangannya akan digunakan untuk memfasilitasi program Youth Movement for National Book Drive itu sendiri.  Tertarik kan menjadi bagian dari aksi sosial ini?
Sampai bertemu di #SeleksiAFS tahap I! Persiapkan dirimu sebaik mungkin ya! Sukses ;)

57 Comments

Filed under Information

Open House AFS Bina Antarbudaya Chapter Bandung 2012 at Padi Artground

Halo semuanya? Apa kabar?

Pasti kalian tahu ya bahwa kami mengadakan Open House tahun 2012 di Padi Artground tempo hari tanggal 7 April 2012.

Kami dari Bina Antarbudaya Bandung sangat bahagia melihat wajah-wajah bersemangat dan antusias dari adik-adik, orang tua, dan kakak-kakak yang hadir. Keberjalanan acara juga sangat terbantu oleh peran serta adik-adik yang tampak haus akan pengalaman dan informasi mengenai program kami, baik exchange year, hosting, maupun volunteering.

Video di atas diputar pada saat penyelenggaraan Open House 2012 dengan tujuan untuk memompa semangat adik-adik peserta seleksi AFS Bina Antarbudaya 2012. Video ini menunjukkan proses registrasi yang selama ini dialami adik-adik, dari mulai pembelian PIN, ngobrol-ngobrol dengan volunteer dan returnee, hingga verifikasi.

Lalu video di atas juga diputar saat Open House 2012. Inti dari video ini adalah para volunteer dan returnee dari AFS Bina Antarbudaya Chapter Bandung memperkenalkan diri dan berbagi motto “Explore The World, Explore Yourself“. Pesan itu menegaskan bahwa eksplorasi mereka pada dunia ternyata membantu mereka untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.

Di bawah ini adalah beberapa foto dari Open House yang menyenangkan itu. :D

Bagi adik-adik yang datang, kami harap kalian menikmati Open House 2012 ini. Bagi yang tidak berkesempatan datang, mudah-mudahan video dan beberapa foto ini bisa sedikit menjadi pelepas sesal (Admin 2 tidak datang, sedih). Semoga kita bisa bertemu lagi di Open House berikutnya. Terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan yang terjadi selama proses publikasi hingga hari Open House 2012 itu sendiri. Tetap semangat untuk menjalani setiap seleksi. Kami selalu mendoakan kalian menjadi exchange student berikutnya. Ciao!

 

P.S. : Terima kasih ya kakak-kakak volunteer dan returnee, serta pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Kalian luar biasa!

Leave a Comment

Filed under H20 (hura2 oye), Sending, Volunteer

Open House Bina Antarbudaya Chapter Bandung 2012

Open House AFS Bina Antarbudaya Chapter Bandung

Wanna meet those returnees and volunteers? :D

Open House Bina Antarbudaya Chapter Bandung

Saturday, April 7th 2012

9.30 am – 3.30 pm @ Padi Artground (Jl Dago 329)

Explore the world, explore yourself!

This event is open to everybody and FREE!
Bring as much people as you can :)

Leave a Comment

Filed under Seleksi, Volunteer

Rangkuman Rasa: Minnesota, Lima Tahun Lalu

Bagi saya, merangkum pengalaman selama bersinggungan dengan Bina Antarbudaya itu nyaris tidak mungkin.

Sadar bahwa keberadaan saya di Minnesota itu begitu singkat, bagi saya, setiap hari punya cerita. Setiap jam memberi pelajaran berharga. Setiap detiknya bermakna.

Pada malam-malam pertama di Amerika Serikat, saya tulis dengan detail pertemuan-pertemuan, penemuan-penemuan, hingga kata-kata yang saya anggap berkesan dalam sebuah buku catatan tebal.

Lalu saya sadar, yang terpenting dalam petualangan ini bukanlah data, tetapi rasa.

Rasa itu yang saya bawa, dan akan saya ingat selamanya.

Rasa itu yang ingin saya bagi, dan karenanya, saya terus menjadi relawan di yayasan ini.

Lima tahun telah berlalu, tapi saya masih ingat betul rasanya.

Menapakkan kaki di Amerika untuk pertama kalinya

Memandang langit biru cerah pada jam tujuh malam

            Terbang lagi ke Chicago

                        Lanjut Minneapolis

Lagi-lagi orientasi, kali ini di kampus kecil di tepian Minneapolis; saya lelah sekali

Koper seberat 20 kilo lebih yang harus diangkat naik tangga karena asrama itu tak ada elevatornya

Sesi

Demi

Sesi

(lagi)

Lalu datang pagi,

Dengan gelisah saya menunggu—jangan-jangan tak ada keluarga yang mau memungut saya?

rupanya saya yang dijemput terakhir sekali

Keluarga Scheu,

            Begitu asing saat itu

            Kulit putih terang, rambut pirang

Pelukan erat dari Maggie

            “Brother!” sambutnya riang

Lalu saya tahu, mereka akan menjadi bagian dari hidupsaya selamanya.

Biru, warna kebanggaan sekolahsaya. Minnetonka High School. Warna jubah paduan suara sekolah. Kelas. Paduan suara. Kelas. Teater. Kelas. Semuanya begitu asing. Tapi saya terus berusaha mengenalinya.

            Biru, warna langit cerah, warna Danau Minnetonka.

Puasa. Tanpa Mama, Papa, Kakak, Gea.

Lebaran sekadarnya. Ketupat buatan seorang sahabat dari Jakarta, yang berjumpa saat Shalat Ied jauh di luar kota. Bolos sehari.

Sepi,

…ini saat-saat berkenalan lagi dengan diri sendiri.

Lalu entah bagaimana segalanya berjalan cepat sekali.

Kelas seni. Berperahu di danau. Excelsior Commons.

Pesta, pesta, pesta!

Kelas teater ini luar biasa asyiknya.

Gambar-gambar saya yang dipajang di koridor dan galeri sekolah—dan dipuji dalam kontes kota. Kotak pensil warna Prismacolor.

Barnes and Noble dan perpustakaan kota.

Minneapolis! Museum! Uptown! Teater Guthrie!

Presentasi tentang Indonesia: bagi banyak warga Amerika, saya adalah persinggungan mereka satu-satunya dengan Indonesia.

Belajar memasak—mencicip segala makanan yang ada.

Menikmati, dan menghargai.

Old Chicago sampai larut sekali. Pizza—saya tak makan babi, toppingnya mozzarella saja. Lalu mampir ke rumah siapa.

                        Pesta!

Dedaunan yang berubah warna. Hijau, merah, kuning, lalu berguguran seketika dan tak lagi ada. Natal dengan kostum Aladdin. Pohon natal, kado, kartu!

Lalu salju. Danau membeku. Pesta tahun baru.

Mobil dengan heater. Sarung tangan dan jaket berlapis.

-15 celcius itu biasa saja…

Kadang saya tetap merasa asing disini. Kadang rasanya sepi dan sedih sekali.

Tapi selalu ada yang menguatkan saya di rumah maupun di sekolah.

Rusa! Dari jendela kamar saya!

Kamar saya yang berantakan oleh berlembar sketsa dan gambar;

majalah dan surat kabar!

Main basket sepanjang musim dingin. Bukan karena bisa. Karena ingin mencoba saja. Burger King. Jadi selama ini ada bacon-nya?

Sekadar kumpul-kumpul di basement. Main gitar dan bernyanyi. Bright Eyes dan Sufjan Stevens di hati kami. Lord of The Rings kami tonton berulang kali. We’re proud geeks!

Ada saja alasan untuk pesta. Biar hangat, kata mereka! Konser musim dingin. Pembukaan Oklahoma. Betapa saya bangga!

Chicago! Dingin. Berangin. Tapi keren dan asyik! Inilah ibukota arsitektur modern!

Salju mencair perlahan. Musim semi. Semester kedua berakhir sebentar lagi.

Semua bab dalam sebuah buku selalu ada akhirnya. Konser terakhir. Prom. Wisuda. Sampai jumpa.

Dude, we gotta keep in touch this summer! Man, you’ll be in town this summer right?

Bagaimana harus saya jawab?

Saya bilang, saya harus pulang.

Mata saya basah. Dada saya sesak. Langkah saya berat.

Wajah-wajah yang dulu asing itu dengan tulus membuka hati untuk saya

Dan semua cerita itu akan berakhir begitu saja.

Tapi saya percaya, suatu saat nanti saya akan kembali. Sementara waktu, ada facebook, twitter dan skype untuk mengganjal rindu…

Sekembalinya ke Indonesia, Bina Antarbudaya menjadi semacam shelter bagi saya. Disana, saya berkenalan dengan makna kerja yang sama sekali berbeda dengan apa yang saya tahu. Bekerja, karena kita suka. Berusaha untuk kepuasan pribadi—namun dengan hasil yang bisa dinikmati bersama. Yayasan ini penuh achievers muda yang luar biasa, yang selalu menginspirasi saya untuk terus tumbuh dan berkarya.

Memori-memori dari petualangan saya tak dapat semudah itu saya maknai. Semuanya abstrak, masih berserak… Tapi yang jelas sekali, saya belajar banyak sekali dari keterlemparan saya di negeri asing setahun itu.

Bahwa hidup itu singkat: coba dan alami sekarang juga; mungkin tak akan ada kesempatan kedua!

Bahwa batas kemampuan kita itu kita yang buat—dan kita yang dobrak—sendiri.

Bahwa ada kalanya kita harus belajar jatuh, lalu belajar berdiri lagi.

Bahwa damai dimulai dari hati.

Bahwa tiap budaya itu mengagumkan.

Bahwa setiap orang itu luar biasa…

                        Dan bagaimanapun berbedanya kita,

                                    Manusia

                                    pada dasarnya sama.

Perjalanan ribuan mil ini mengajarkan saya semua itu, dan semoga saja, apa yang telah saya pelajari, dapat terus saya bagi.

Bandung, Maret 2012

Aidil Akbar Latief
Returnee Amerika Serikat 2006-2007
Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

1 Comment

Filed under returnee's notes

Announcement: Open House AFS Bina Antarbudaya Chapter Bandung 2012

Halo halo halo!

Akhirnya Open House tiba~ terereret!

Hah?! Apaan tuh Open House?? 

Open house adalah sebuah acara dimana seluruh returnee dari tiap-tiap negara akan berbagi pengalaman mengenai satu tahun yang mereka lalui di luar negeri. Akan ada booth-booth negara yang pastinya keren-keren dan bikin kamu kabita!

Acaranya gratis dan terbuka untuk umum.

Penasaran? Maka datang dan ramaikan!

OPEN HOUSE AFS-Bina Antarbudaya Chapter Bandung
Padi Artground (Jl Dago no 329)
Saturday, 7April 2012
9.30 am-3.30 pm

Explore the World, Explore Yourself!

Sebarkan ya! Klik ini untuk info lebih lanjut ;)

Leave a Comment

Filed under Sending, Volunteer

Lifetime Experience

Lima belas tahun, yang bisa saya ingat dari AFS Exchange year adalah menjadi pribadi yang lebih kuat menghadapi tantangan hidup.

Detail kota, aroma, suara dan suasana masih teringat sampai saat ini dan selalu menyisakan kerinduan untuk bisa kembali mengunjungi suatu saat nanti. Amin.

Here we go… some of my journey during the Exhange Year

Host Family : setelah perjalanan 22 jam dari Indonesia ke  Los Angeles lanjut ke Minnesota

Akhirnya saya bertemu dengan Host Family The Orr, ibu saya seorang guru SD yang suka ngajak saya ke Historical Site dan Museum juga ke Islamic Center -Thanks lots mom!

Ayah seorang pendeta yang suka keliling dunia dan tetep down to earth. Adik yang jago main piano masih freshman (kelas 9) di Senior High.

Keluarga yang hangat dan menerima saya apa adanya, walau saya kaku dan keras kepala waktu pertama datang *malu*

Sekolah : di Mound View High School, dengan 2000 students dari berbagai etnis dan saya seorang diri yang berjilbab :D *pastinya* walau bukan seorang diri yang muslim.

Supaya dapet banyak temen langsung memberanikan diri  ikut audisi  Homecoming dan lolos audisi! Allhamdulillah bisa mengenalkan Indonesia  lewat  Tari Pendet.

Ekskul : exchange year for me is a year of learning myself, bertemu dengan orang dengan berbagai ras dan kepribadian selalu menyenangkan, untuk bisa memanfaatkan momen ini, setiap musim  saya ikut eskul, musim fall ikut Volley Ball varsity team jadi managernya sajah :D hihihi..orang gak bisa main volley. Satu hal yang saya pelajari, mereka latihannya super keras, konsisten dan gak ada capeknya. Komitmen nya bangeeettt, sekali sign up untuk ikut eskul, ngga ada alasan untuk gak ikut latihan walau kepala sedang puyeng *pelajaran berharga buat saya untuk gak gampang give up*

Volunteer: untuk Civic Class (PPKN) setiap murid diwajibkan untuk jadi sukarelawan di masyarakat, saya memilih baby sitting di gereja tempat Host Dad bertugas. Momen ini mengajarkan saya untuk lebih sabar sama anak kecil, sebelum ini saya paling ngga bisa gaul dengan anak kecil dan Allah mengajarkan saya untuk suka anak kecil dan belajar menjadi ibu ‘kelak’  *eng ing eng*

Shoveling snow: ikut mengambil tugas dalam pekerjaan rumah host family, belajar peduli dengan kerjaan rumah, saya kebagian bersiin salju di carport, yang saya pikir ringan taunya beraaaatttt, tapi tetep fun! Impian saya sejak kelas 5 SD untuk pegang  salju terwujud dengan indahnya. Allhamdulillah..

Speedskating: mencoba hal baru yang positif selalu menyenangkan, speedskating salah satu eskul musim winter, saya pilih  karena emang ga akan pernah ada eskul semacam ini di Indonesia dan ini juga gampang, seperti main rollerskate aja, lots of fun!!

Duta bangsa: bercerita tentang Indonesia ke anak-anak Elementary School always been fun dan waktu saya tanya, “what do you know about Indonesia?!”  ada yang nyeletuk jawab “my shoes made in Indonesia, it said here, sambil nunjukin sepatunya”, “oh yes!”

Pramuka selalu universal: united eveywhere, di festival girl scout ini, lagi-lagi saya bercerita tentang Indonesia, nari bareng siaga kelas 3  Tari Tortor dari Sumatera Utara dan jualan Bala-bala makanan khas Jawa Barat…laris manissss ceuuu!

Math Club: katanya calculus di sekolah ini terkenal jago di State Minnesota, maka saya pun ambil kelas Calculus. Ternyataaaa saya ga sanggup sodara-sodara, maka menyiasatinya, saya ikut Math Club..heuheu.. kompetisi dari satu High School ke High School yang lain *glek* teteup seneng ikut jalan-jalannya!!

Graduation: momen sakral para Senoir High di Amerika, bisa ikut Graduation seperti bisa merasakan tradisinya, ternyata kebanggaan orang tua di sana bisa menyekolahkan anak sampai SMA dan melepas menjadi manusia mandiri.

Setahun waktu yang sedikit untuk belajar banyak hal, waktu yang berharga untuk ketemu banyak teman dan keluarga baru, termasuk keluarga sahabat saya yang baik hati.

Gak ada penyesalan setitik noda pun walau temen di Indonesia pada lulus dan saya harus kembali ke Indonesia menyelesaikan kelas 3 dengan adik kelas 2, another lifetime experince kan?!! Seru tudemax!!

Friendship: sahabat selama setahun yang selalu mendukung saya, menguatkan saya saat culture shock, melancarkan English,  akan selalu terkenang di hati I miss you Gals lots!!

Dan temen AFS Indonesia yang berangkat bareng ke Amerika sekarang sudah pada sukses mulia hidupnya…I miss you all….

Fariella Julian
@fariellajulian
INAYP USA 1997-1998

Leave a Comment

Filed under returnee's notes

Because Smile Always Talks in the Same Language

Terkadang manusia mengkotak-kotakan diri dalam perbedaan bangsa, ras, bahasa, serta agama—tanpa sadar terdapat suatu bahasa universal bernama senyuman. Bahasa sederhana yang dapat mempersatukan manusia.
-

Desember 2008,

Saya adalah murid SMA kelas X yang cukup beruntung karena mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam program pertukaran pelajar yang dinaungi oleh Yayasan Bina Antarbudaya Indonesia. Saya dan 60 pemuda Indonesia lainnya berkesempatan mengikuti program JENESYS (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths) short program selama 2 minggu. “Kalian adalah Duta Bangsa, BUKAN turis,” hal ini yang selalu ditekankan oleh kakak-kakak volunteer yang membimbing kami pada masa orientasi. Hal ini yang memaksa kami untuk menjaga nama baik Indonesia.

Hal yang paling berkesan dalam program ini adalah saat saya “menumpang hidup” selama 5 hari di rumah keluarga angkat saya. Pada awalnya saya khawatir karena saya tidak bisa berbahasa Jepang dan orang Jepang terkenal sulit berbahasa Inggris. Boro-boro bisa Bahasa Jepang, Bahasa Inggris saja masih belepotan. Ah, tapi cuek lah, nekat aja!

Tanpa diduga, ternyata saya berkomunikasi cukup lancar dengan keluarga angkat saya. Semua metode komunikasi yang mungkin dilakukan saya lakukan: berbicara Bahasa Inggris dengan perlahan, membawa kamus kemana-mana, serta bahasa tubuh. Ibaratnya, saya menggunakan bahasa tarzan untuk berkomunikasi dengan mereka. Terdengar sulit, tapi komunikasi yang tulus datang dari hati. Hal sekecil perbedaan bahasa bukanlah penghalang untuk sekedar berbicara dan saling mengenal.

Faktanya, saya bisa bermain dan bersenda gurau dengan adik laki-laki saya (10 tahun) yang sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Mengantarnya pergi les piano  (yang tempatnya satu gedung sama Kumon), mengantarnya latihan softball, bermain, dll. Bahkan Okaa-san saya sampai geleng-geleng kepala karena Kousuke dan saya tertawa terbahak-bahak saat bermain di ruang keluarga—padahal kami tidak berbicara sepatah katapun. Hanya bahasa tubuh, bahasa hati, serta bahasa universal bernama senyuman.

Hari terakhir di rumah keluarga angkat saya, Okaa-san dan Kousuke menemani saya menghadiri Farewell Party. Selama perjalanan di kereta, Kousuke dan saya bermain “tebak arti kata”. Dia mengajari saya bahasa Jepang dan saya mengajarinya Bahasa Inggris. Malam harinya, Okaa-san mengundang teman-teman Kousuke untuk datang ke rumah dan mengadakan pesta perpisahan kecil untuk saya. Hanya pizza, soda, dan senyuman, tetapi sangat bermakna.

Sampai akhirnya saya harus pulang dan meninggalkan mereka. Pagi hari sebelum Kousuke berangkat sekolah, seperti biasa saya mengantarnya sampai depan rumah. Teman-teman Kousuke menjemputnya untuk pergi ke sekolah. Bahasa Indonesianya mah nyamperin. Pagi itu, kami berfoto bersama. Semuanya tersenyum. Some simple happy smiles, because we met as strangers and we left as friends. As family.

Explore the world, explore yourself!

-

Venny Sartika
Returnee JENESYS SP 2008
Teknik Kelautan ITB 2010

Leave a Comment

Filed under returnee's notes

Update #SeleksiAFS 2012

 

Halo semuanya, kami dari Bina Antarbudaya Bandung ingin sedikit update tentang proses #SeleksiAFS 2012 hingga saat ini. Pembeli PIN sudah mencapai jumlah 160 orang dengan peminat terbanyak dari SMA 1 Bandung.

Untuk adik-adik yang belum sempat mengunjungi Aria Jipang no. 6 di hari Jumat, Sabtu, atau Minggu sebelumnya, kami masih memberi kesempatan pembelian PIN hingga hari Minggu tanggal 15 April 2012. Jangan sungkan untuk datang karena dengan datang langsung, kalian bisa bertanya mengenai proses seleksi, program, hingga pengalaman-pengalaman exchange dari returnees.

Semakin cepat adik-adik membeli akan lebih baik, karena semakin dekat dengan tanggal 15 April, maka masa berlaku PIN akan semakin sebentar .

Sebagai tambahan,  jangan lupa print kartu peserta, surat izin dari orang tua, dan surat keterangan siswa akselerasi (bila aksel) ketika proses verifikasi.

Seleksi 1 akan diadakan tanggal 29 April 2012 (lokasi menyusul) dan Open House akan diadakan tanggal 7 April 2012.

Jangan lupa untuk follow @binabudbdg. Silakan tanya bila ada hal-hal yang membingungkan. Sebarkan informasi ini ya. Sampai bertemu!

2 Comments

Filed under Seleksi, Sending

Knowing Who You Are

Halo! Nama saya Aditya Nugraha Nurtantijo, saya dari chapter Bandung, Returnee YES 2010-2011 ke Amerika Serikat. Sebelum saya mulai cerita tentang pengalaman saya, saya punya satu pertanyaan yang dulu selalu saya tanyakan pada diri saya sebelum saya pergi.

“Seandainya kamu punya kesempatan buat pergi satu tahun dan tinggal luar negeri, apa yang kamu cari?”

Sebagian teman saya bilang itu sia-sia, bikin saya mundur satu tahun. Sebagian yang lain bilang itu asik banget, kesempatan buat jalan-jalan keliling dunia. Sebagian yang lain bilang itu kesempatan berharga buat karir saya di masa depan. Tapi buat saya, jauh lebih penting dari itu, ini adalah pencarian diri saya.

Mungkin terdengar berlebihan banget kalo satu tahun dalam hidup bisa dijadiin patokan buat mencari jati diri kita. Tapi ternyata banyak banget hal yang saya dapetin dalam satu tahun di USA kemarin, mungkin jauh lebih banyak dibanding seluruh hidup saya di Indonesia. Bukan karena di Indonesia saya gak bisa dapetin apa-apa, tapi karena saat kita jauh dari comfort zone kita, banyak banget hal kecil tapi penting banget yang selama ini kita abaikan.

Oke sekarang ceritanya.

Setahun kemarin saya habiskan di Silver Creek, NY, USA. Sebuah kota kecil di Western New York, dekat Niagara Falls. Tujuan paling pertama saya adalah main American Football! Ya, bener banget! American Football udah jadi obsesi saya sejak masih kelas X SMA, dan salah satu mimpi saya adalah bisa bermain di stadion NFL (liga pro American Football). Waktu itu banyak temen saya yang ngetawain dan bilang saya freak karena terlalu tergila-gila sama hal yang gak realistis, biarinlah, whatever they say. Dan betapa senangnya waktu saya tahu kalo ternyata saya bisa main American Football di Silver Creek High School. Bukan apa-apa, tapi kebanyakan anak Asia lainnya tidak diperbolehkanuntuk bermain American Football berhubung ini olahraga yang cukup physical dan terutama karena postur orang Asia yang kecil. Beruntung saya punya badan besar, akhirnya saya gabung dengan klub American Football Silver Creek, Silver Creek Black Knights.

Awalnya saya cuma berharap saya bisa jadi bagian dari tim, mungkin ya ngebantuin, ato ikut latihan, apapun deh. Di awal, saya keteteran dengan mereka yang udah main American Football selama belasan tahun, tapi akhirnya saya cukup baik juga dan akhirnya pelatih selalu ngasih saya kesempatan main tiap pertandingan.

Saya ingat saat pertama saya ikut main. Saat pelatih berteriak, “Get in there, Adit!”. Jantung saya berdebar-debar, langsung saya  berlari ke barisan line yang sudah siap melakukan defense, disinari field’s light yang memancarkan cahaya ke seluruh lapangan di kegelapan, diiringi oleh tepuk tangan yang sangat meriah dari penonton, semua teman-teman, dan keluarga yang tahu ini adalah pertama kalinya saya bermain. Saat itulah saya tahu dan yakin, bahwa mimpi apapun dapat kita raih, entah apapun caranya. Yang kita perlukan hanyalah tangan yang berbuat lebih banyak dari biasanya, kaki yang melangkah lebih banyak dari biasanya, juga otak yang berpikir lebih banyak dari biasanya.

Ternyata belum sampai situ saja, Silver Creek Black Knights terus melaju hingga babak final yang diadakan di Ralph Wilson Stadium, New York. Saya ingat saat saya melangkah ke locker room dan tersadar bahwa di locker room inilah ruang ganti para pemain Pro NFL. Kemudian kami melangkah ke turf yang sangat halus, berbeda dengan lapangan biasa. Kemudian menatap ke atas stadion yang diramaikan penonton, juga big screen yang menampilkan wajah seluruh pemain.

Kami mengakhiri permainan dengan kemenangan 21-14 yang berarti kami adalah Western New York Sectional Champions! Mimpi kecil untuk sekedar menjadi bagian dari tim berubah menjadi pemenang dari sebuah kompetisi. Bahkan saya dapat melangkahkan kaki di NFL Stadium, yang mungkin adalah hal yang sangat langka untuk pelajar SMA dari Indonesia. Sometimes it’s too good to be true, but it is true.

Tentu saja tahun saya tidak hanya diisi dengan American Football. Setelah bertemu dengan banyak sekali orang yang berbeda pandangan, agama, pendapat, cara hidup, bahkan sekedar sense of humor, saya menyadari betapa berharganya semua teman yang saya miliki.

Saya pernah menulis sebelumnya di blog saya, pelajaran paling berharga yang saya dapatkan dari tahun AFS saya adalah “Family and Love is two most powerful things in the world”

Family yang saya maksud di sini adalah semua orang yang dekat dengan kita, yang dapat mendorong kita untuk selalu jadi lebih baik. Semua orang yang berjalan di samping kita, mendorong kita untuk maju saat kita ragu, dan membantu kita untuk naik saat kita jatuh. This is the true meaning of Family. And when the whole world feels like family, world will never be better than that.

Dan tentu saja Love yang saya maksud di sini bukan sekedar basa-basi aja. Rasa cinta, sayang dan peduli terhadap sesama diwakili oleh kata ini. Bisa dibilang host family saya benar-benar mengajarkan Power of Love buat saya. Mereka menerima saya yang sebenarnya orang asing, dengan sangat terbuka. Mengajarkan saya dengan tulus bagaimana cara bertahan, dan mendukung semua yang saya lakukan di USA untuk membuat saya menjadi lebih baik. Bahkan, hostdad saya mengalami kecelakaan saat ski yang membuat mereka mendapatkan sedikit kesulitan finansial, tapi dengan tegas mereka mengatakan tetap akan mempertahankan saya di rumah itu dan semuanya terserah saya untuk pindah ke keluarga lain atau tidak. Tentu saja saya memilih untuk tinggal dan membantu hostdad saya juga semuanya.

Saya ingat saat hari terakhir saya di rumah. Saya menyerahkan sebuah buku kenangan untuk mereka, sekumpulan foto-foto kegiatan yang kami lakukan bersama-sama selama setahun ini. Kami semua menangis, tapi kami tahu bahwa kami akan bertemu lagi. Mereka yang merawat saya selama satu tahun, sama berartinya bagi saya dengan orangtua yang merawat saya selama ini.

AFS memberikan sangat banyak, mungkin terlalu banyak. Tapi semua itu adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan, pengalaman yang membuat saya sadar akan hal-hal kecil di sekeliling saya. Yang pasti, saya berhutang sangat besar atas semua kesempatan yang diberikan kepada saya. Karena itu, jangan pernah ragu untuk meninggalkan rumah dan melihat tempat lain.

Why? Because you might find home, that far away from home.

Jelajahi dunia dan carilah jati dirimu.

-Explore the World, Explore Yourself-

Leave a Comment

Filed under returnee's notes